Kamis, 6 Agustus 2026

Bupati Anwar Sadat Tegaskan Keberagaman Adalah Kekuatan Terbesar Tanjab Barat

Kamis, 06 Agustus 2026 - 12:34:43

 

KUALA TUNGKAL – Alun-Alun Kota Kuala Tungkal berubah menjadi panggung raksasa persatuan pada Rabu malam (05/08). Harmoni memukau antara budaya Melayu dan Tionghoa menutup rangkaian Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan dengan gemilang, sekaligus mengakhiri lima malam pesta seni dalam rangka Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan. Ratusan warga memadati lokasi, membuktikan bahwa keberagaman bukan sekadar semboyan, melainkan napas kehidupan di Bumi Serengkuh Dayung.
 
Acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., Ketua TP-PKK Hj. Fadhilah Sadat, S.H., unsur Forkopimda, anggota DPRD, para pejabat tinggi pratama hingga ketua paguyuban suku. Kehadiran lengkap lintas elemen masyarakat ini menegaskan bahwa Bhineka Kebangsaan adalah milik bersama, bukan hanya tontonan pasif.
 
Kolaborasi Lintas Etnis: Lebih dari Sekadar Pertunjukan
 
Pergelaran yang dikolaborasikan oleh Himpunan Keluarga Melayu (HKM) dan Keluarga Besar Etnis Tionghoa Tanjung Jabung Barat ini menampilkan perpaduan seni yang langka dan indah. Bukan hanya hiburan, acara ini menjadi ruang silaturahmi nyata yang memperkuat modal sosial daerah.
 
Ketua HKM Tanjab Barat menyampaikan kebanggaannya atas kolaborasi ini, sementara Ketua Keluarga Besar Etnis Tionghoa, Jamal Darmawan Sie, M.M., menegaskan komitmen etnisnya terhadap tanah kelahiran. “Kehadiran kami tidak hanya untuk menampilkan seni budaya Tionghoa, tetapi juga wujud kecintaan terhadap tanah kelahiran serta komitmen menjaga kebersamaan di Bumi Serengkuh Dayung,” ungkapnya dengan penuh khidmat.
 
Dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat diapresiasi sebagai bukti nyata komitmen memberikan ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan budaya sekaligus mempererat persaudaraan.
 
Bupati: Budaya Adalah Perekat Persaudaraan
 
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menekankan bahwa tingginya animo masyarakat selama lima malam berturut-turut adalah validasi terkuat bahwa persatuan masih kokoh. “Kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, adat istiadat, dan kuliner khas, tetapi juga merasakan kuatnya semangat persatuan yang menjadi identitas daerah kita. Budaya bukan hanya warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga perekat persaudaraan,” ujar Bupati.
 
Ia mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kepala suku, paguyuban, organisasi kemasyarakatan, dan seniman yang telah berpartisipasi aktif. “Selama lima malam kita telah menunjukkan bahwa Tanjung Jabung Barat adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, di mana keberagaman menjadi kekuatan dan persatuan menjadi fondasi membangun daerah,” tegasnya.
 
Agenda Lanjutan: Dari Lomba Mancing hingga Bersolawat
 
Melihat antusiasme luar biasa ini, Bupati berharap Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan dapat menjadi agenda tahunan tetap. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memeriahkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjab Barat melalui kegiatan berikutnya, termasuk Lomba Mancing Mania yang akan digelar hari esok dengan ratusan peserta.
 
Puncak perayaan akan dicapai pada Jumat malam (14/08) dengan kegiatan "Tanjung Jabung Barat Bersolawat" yang menghadirkan grup musik religi Alma Esbeye bersama artis-artis lokal di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal. Pemerintah mengundang seluruh warga untuk hadir bersama-sama sebagai wujud rasa syukur, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan semangat persatuan demi mewujudkan Tanjung Jabung Barat yang BERKAH Madani.
 
Dengan ditutupnya Bhineka Kebangsaan secara spektakuler, pesan jelas telah tersampaikan: di Tanjung Jabung Barat, perbedaan warna kulit dan tradisi justru menciptakan mozaik keindahan yang tak tergantikan. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya, hidup dan bernafas di setiap sudut Kuala Tungkal.
Penulis: Andi
Editor: Raden Denni