KUALA TUNGKAL – Semangat memperingati HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-61 Tanjung Jabung Barat terasa begitu kuat di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal. Melalui program Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan, Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., berhasil menghadirkan birokrasi yang turun langsung ke lapangan dengan berbagai layanan terpadu. Namun, di balik kemeriahan Bazar Ekonomi Kreatif, muncul catatan penting dari warga: harapan agar pemimpin daerah dapat menyapa seluruh pelaku usaha secara merata.
Pelayanan Terpadu Jadi Sorotan Positif
Program pencanangan yang digelar Sabtu (01/08) lalu memang mendapat apresiasi luas. Masyarakat dimudahkan mengakses puluhan layanan sekaligus, mulai dari administrasi kependudukan, BPJS nelayan, sunat massal, hingga penyaluran PKH dan KKS. Kehadiran Wakil Bupati Dr. H. Katamso, Forkopimda, serta penampilan seni budaya beragam suku menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir lebih dekat, cepat, dan mudah diakses. Tema "Tanjung Jabung Barat Bersatu Wujudkan BERKAH Madani" bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata sinergi lintas OPD di ruang publik.
Aspirasi Jujur dari Pengunjung Bazar
Meski demikian, euforia tersebut tidak menutup mata terhadap masukan konstruktif. Seorang pengunjung yang meminta identitasnya dirahasiai menyampaikan keluh kesah kepada awak media pada Minggu (2/8) malam. Ia berharap Bupati dapat memberikan perhatian yang setara kepada setiap stan bazar, bukan hanya beberapa stan tertentu saja.
“Seharusnya Bupati mengunjungi semua stan agar menjadi motivasi bagi seluruh pedagang. Tidak perlu lama, cukup sekitar lima menit di setiap stan. Kehadiran beliau sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Menurutnya, kunjungan pimpinan daerah bukan sekadar seremonial, melainkan sarana komunikasi vital untuk menyerap aspirasi, memahami kendala pemasaran, dan mengevaluasi efektivitas bantuan UMKM. Setelah dua malam bazar berlangsung, harapan agar seluruh peserta mendapat sapaan langsung belum sepenuhnya terwujud, sehingga memunculkan rasa kecewa bagi sebagian pelaku usaha.
“Saya sampaikan ini bukan untuk mengkritik negatif, tapi sekadar mengingatkan. Siapa tahu Bupati belum sempat. Saya prihatin melihat kondisi di lapangan dan terpanggil menyampaikan masukan ini demi kemajuan bersama,” tambahnya dengan nada santun.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana maupun Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait masukan tersebut. Namun, aspirasi ini menjadi pengingat berharga bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya diukur dari keramaian atau jumlah layanan, tetapi juga dari rasa adil dan inklusivitas yang dirasakan oleh setiap peserta.
Di tengah tantangan ekonomi lokal yang semakin kompleks seperti yang ditegaskan Bupati Anwar Sadat, dukungan moral dari kepala daerah bisa jadi stimulus terbesar bagi UMKM. Jika birokrasi sudah berhasil mendekat melalui pelayanan terpadu, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa kedekatan itu menjangkau setiap sudut, termasuk stan-stan kecil yang mungkin masih menunggu giliran disapa.
Momentum ganda HUT RI dan Hari Jadi Tanjab Barat seharusnya menjadi ajang memperkuat kolaborasi pentahelix. Dengan mendengarkan suara jujur dari lapangan, pemerintahan yang BERKAH Madani tidak hanya akan terlihat megah di atas panggung, tetapi juga terasa hangat di setiap interaksi dengan rakyatnya.
Penulis: AndiEditor: Raden Denni








